Senin, 28 Februari 2011

Siang itu cukup melelahkan bagi Cindy. Suaranya yang pas - pasan dipaksa untuk menyanyi dan menyanyi. Alhasil, suaranya kini pun serak. "malang nian nasibmu nak" ujar Nency. "duh.. Mana besok di suruh nyanyi lagi" gerutu Cindy. Siang itu hanya ada Cindy dan Nency. Yang lainnya sudah pulang karena kesibukan mereka masing - masing. "Pulang yuk. Udah nanas nih" ajak Nency seraya pergi dari tempat itu diikuti Cindy. "hey" tegur seseorang dan menepuk pundak Cindy. Secara spontan, Cindy dan Nency berbalik badan untuk melihat orang itu. "Evan? Belum pulang?" tanya Cindy yang heran melihat Evan. "Aku ga tau jalan pulang. Kata papa aku, aku lagi ga bisa di jemput. Bisa anterin aku pulang ga?" jawab dan pintanya memelas bagai anak kucing. 'Eh, buset. Nganterin pulang??' batin Cindy. Cindy dan Nency saling pandang. "Memangnya rumah kamu dimana?" tanya Cindy. "nih" Evan memberikan Cindy secarik kertas yang tertera alamat rumahnya. "Okelah. Kebetulan juga dekat kok dengan rumahku dan Nency." >>skip "Ni rumah aku" ujar Evan. Dari rumahnya bisa diketahui bahwa Evan adalah orang kaya. "kapan - kapan mampir ya. Bye" kata Evan dan masuk dalam rumahnya. "Gile Cin, orang kaya nih" ujar Nency. *** @kamar Cindy Ini sudah ketiga kalinya iya tak bisa tidur gara - gara hal yang sama. Cindy memandangi figura foto yang membingkai indah fotonya bersama SF. "I miss you friends" ucap Cindy lirih. "gue ga mau ninggalin kalian" *** Paginya di kelas 8a semua pada ribut membicarakan pelajaran hari ini. Yupz.. Tentu saja karena hari ini ada pelajaran IPA yang sangat tidak di gemari siswa 8a. "Aduh.. Entar IPA lagi. Macam malas kha" ujar Stella. "Coe memang sudah malas moo" kata Inggrid. Tiba - tiba ponsel Inggrid bergetar pertanda ada sms masuk. "Wei, Cindy dia ga masuk. Dia ijin" ujar Inggrid begitu membaca pesan singkat dari Cindy. "Anak itu kemana lagi. Macam dia sering izin kah" kata Fiertho. "Tau" balas Kharina. Percakapan mereka tidak dilanjutkan lagi saat Bu Rita datang.

"Selamat pagi anak - anak" sapa Bu Rita ketika meletakan tasnya di atas meja.
"Selamat pagi Bu..."
"Kalian tidak lupa membawa boneka kan?" tanya Bu Rita.
"Oke, sekarang kalian duduk per kelompok" perintah Bu Rita sebelum siswa - siswi kelas 8a menjawab.
Dengan tampang memelas, murid - murid duduk per kelompok.
"Bu, kapan saya pindah kelompok?" tanya Bu Rita.
"Nanti dulu. Memangnya ada apa sih?" jawab dan tanya Bu Rita.
"Nggak mau sekelompok dengan ini nih bu" jawab Nency sambil memberi kode ke arah Pertapa dengan matanya.
"Bu, saya juga pindah kelompok ya bu" Kharin ikut nimbrung.
"Ini lagi. Teman kamu aja belum boleh pindah" kata Bu Rita.
"Tenang aja bu, saya udah punya pasangannya. Ini bu" kata Kharina dan menarik Evan ke hadapan Bu Rita.
"Buset, nyarinya yang ganteng lo" cerocos Nency.
"Siapa dia?" tanya Bu Rita bingung.
"Dia anak baru bu, namanya Evan" jawab Kharina.
"Oh, oke kalo begitu"
Kharin tampak senang bisa terbebas dari Yafet.
"Saya bu?" tanya Nency.
"Tuh, sama duda Yafet" jawab Bu Rita santai.
"Ih... Ga ada yang lain apa bu?"
Tiba - tiba Nency teringat Uwis yang lagi sendiri.
"Bu, z sama Uwis aja eh. Kebetulan, Cindy ga ada" ijin Nency.
"Kemana Cindy?" tanya Bu Rita.
"Ijin bu"
"Terus nanti kalo Cindy sudah masuk gimana?"
"Itu urusan nantilah bu. Okok?"
"Terserah deh. Yang penting kamu ga sekelompok dengan Uwis, tetap sama Pertapa"
"Jiah ibu... Oke deh"
Nency langsung ngacir ketempat duduk Uwis yang pada saat itu Uwis sedang menyisir dengan lembut dan penuh perasaan
boneka barbienya *jangan2? :o*.
"Kenapa coe duduk di sini?" tanya Uwis heran begitu Nency duduk di sampingnya sambil membawa boneka.
"Hari ini tong dua seregu buat urus dua boneka nih" jawab Nency.
"Coe su ijin?"
"Sudah lagi"
Bu Rita lalu jalan berkeliling untuk melihat kondisi boneka tiap kelompok *kondisi?*.
Ada yang boneka barbienya kelupaan, botak, kakinya satu hilang, dan lain - lain *tragis amat*.
Sebelum Bu Rita mengamati boneka Uwis dan Nency, Nency merasakan ada sesuatu di betisnya.
"Uwis, macam di sini banyak nyamuk kah" bisik Nency dan menggoyangkan kakinya agar nyamuk - nyamuk itu pergi.
"Z macam ga rasa tuh" balas Uwis.
Nency sedikit heran. Ia merasa bukan nyamuk yang ada di kakinya. Ia pun memutuskan untuk melihatnya.
"Huuaaa.... Ada KECOAA!!" teriak Nency sambil berdiri dan mengibas - ibas kakinya.
Kecoak itu pun jatuh dan malah lari ke arah Dian.
"Ih... Kecoak!!" teriak Dian dan berdiri di atas kursinya.
Semua anak cowok berusaha menangkap kecoa itu. Akhirnya Fiertho yang menangkapnya.
"Fiertho, buang ah. Bikin jijik sekali" perintah Stella.
Sayangnya, kecoak itu gesit, sehingga kecoak itu pun langsung melesat ke arah tangan Inggrid.
"Huuaa.!!" teriak Inggrid histeris sambil mengibas - ibas tangannya.
Tangan Inggrid tidak sengaja memukul kepala orang di belakangnya yaitu Manter.
"Pelan - pelan oy!" teriak Manter sambil memegangi keningnya.
Kecoak itu lalu terbang dan hinggap di kepala Kharin and you know... *kalian bisa bayangin kan? Kalo mau ditulis entar kepanjangan*
***
Hari ini di SMP West pulang cepat, SF memutuskan untuk pergi ke rumah pohon.
"Temz, z pulang duluan ew. Z mau keramas" pamit Kharin.
"Gara - gara kecoak kah?" tanya Fiertho.
"Coe stop kasih ingat sudah" kata Kharin sedikit jengkel.
"z pulang eh. Dah.." ujar Kharin dan menuruni anak tangga.
"Dah.."
"Tong bikin apa kah, macam bosan sekali kah" ujar Uwis dan duduk di samping jendela.
"Iyo, macam masih pagi kah" timpal Manter.
"Tong ke rumahnya Cindy yuk" usul Dyandra.
"Ayo" ajak Stella semangat.
"Kalo dia ga ada di rumah?" tanya Fiertho.
"Tong kerumahku saja toh. Capcus" jawab Nency.
***
Kedatangan SF disambut oleh Kak Gloria, kakaknya Cindy. SF dipersilahkan masuk dan menunggu kehadiran Cindy di kamar Cindy.
@kamar Cindy
SF yang mempunyai tangan jahil langsung mengutak atik barang - barang di rumah Cindy. Sementara itu Inggrid malah tepar di tempat tidur.
"Coe macam enak sekali eh" sindir Stella.
"Epz kah, z capek" balas Inggrid.
Semua asik sendiri, tak sengaja Dyandra melihat sesuatu yang menarik perhatiannya tergeletak di atas meja.
Ia lalu mengambilnya dan memperhatikannya.
'ini apaan? Buat apa juga ada di sini?' batin Dyandra.
Secara diam - diam dia memasukan benda itu kedalam sakunya.
***
Segini dulu ye. Sorry kalo gaje, lama, udah gitu pendek. Eh, si Dyandra ga klepto ye.. Jangan lupa tinggalin jejak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar